Seorang salesman Coca-Cola baru saja kembali dari tugasnya di Pedalaman Tembok China.
Dengan wajah yang sangat kecewa ia berhadapan dengan bossnya. Si Boss bertanya "Kenapa kamu gagal melakukan transaksi di China?"
"Saat tiba di China saya begitu yakin bisa menjual produk kita..." kata si salesman. "Cuma, ada satu masalah, saya tidak mengerti bahasa China, jadi saya memutuskan untuk mempromosikan produk ini melalui poster bergambar...."
Poster pertama gambarnya seorang pria yang sedang sekarat & kehausan di tengah perjalanannya di Tembok China, poster selanjutnya bergambar pria tersebut kemudian meminum Coca-Cola, dan poster terakhir bergambar pria tersebut akhirnya bangkit kembali dengan kondisi yang segar bugar. Kemudian 3 poster tersebut saya tempel di seluruh penjuru China."
"Lho bukannya itu ide yang brilian? Tapi kenapa kamu masih gagal dalam menjual?" tanya si Boss.
Si Salesman menjawab "Saya tidak tahu kalo orang China membaca dari kanan ke kiri."
Situs pilihan untuk artikel, gambar, guyonan, humor, bayolan, lucu-melucu - pokoknya yang hahaha...
Showing posts with label jualan. Show all posts
Showing posts with label jualan. Show all posts
Sunday, November 2, 2014
Thursday, October 2, 2014
Tiga Monyet
Ada seorang bapak ingin membeli seekor monyet. Maka pergilah ia ke pasar monyet. Di sana ia ketemu dengan seorang penjual monyet yang sedang menjual tiga ekor monyet. Monyet-monyet itu terdiri dari monyet besar sedang dan kecil.
Sang bapak kemudian menawar untuk monyet yang besar.
Bapak: "Berapa harga monyet yang itu bang?", sambil menunjuk monyet yang besar.
Pedagang: "Oh itu 1 juta pak."
Bapak: "Lho kok mahal sekali ya!"
Pedagang: "Oh tentu saja, Pak. Monyet itu bisa menari"
"Oh, bagus sekali ya!", timpal sang bapak.
"Kalo yang sedangnya, berapa mas?", lanjut sang Bapak.
"Oh itu 1,5 juta pak," kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal bang!", protes sang bapak.
"Oh iya, Pak. Selain bisa nari dia juga bisa nyanyi", kata penjual.
Bukan main kagumnya bapak tersebut. Tapi untuk menghemat biaya maka si bapak menawar untuk monyet yang kecil.
"Kalo gitu saya yang kecil saja deh," kata bapak.
"Oh kalo yang itu harganya 2 juta pak,"kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal lagi bang? Emangnya dia bisa apa saja sih?" kata bapak itu.
"Oh kalo yang itu saya tidak tahu pak," kata penjual.
"Trus kenapa harganya paling mahal?" tanya si bapak.
Dengan tenang si penjual menjawab, "Yang saya tahu kedua monyet ini memanggil bos padanya."
Sang bapak kemudian menawar untuk monyet yang besar.Bapak: "Berapa harga monyet yang itu bang?", sambil menunjuk monyet yang besar.
Pedagang: "Oh itu 1 juta pak."
Bapak: "Lho kok mahal sekali ya!"
Pedagang: "Oh tentu saja, Pak. Monyet itu bisa menari"
"Oh, bagus sekali ya!", timpal sang bapak.
"Kalo yang sedangnya, berapa mas?", lanjut sang Bapak.
"Oh itu 1,5 juta pak," kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal bang!", protes sang bapak.
"Oh iya, Pak. Selain bisa nari dia juga bisa nyanyi", kata penjual.
Bukan main kagumnya bapak tersebut. Tapi untuk menghemat biaya maka si bapak menawar untuk monyet yang kecil.
"Kalo gitu saya yang kecil saja deh," kata bapak.
"Oh kalo yang itu harganya 2 juta pak,"kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal lagi bang? Emangnya dia bisa apa saja sih?" kata bapak itu.
"Oh kalo yang itu saya tidak tahu pak," kata penjual.
"Trus kenapa harganya paling mahal?" tanya si bapak.
Dengan tenang si penjual menjawab, "Yang saya tahu kedua monyet ini memanggil bos padanya."
Wednesday, March 4, 2009
Soto Bangkai Lalat
Seorang pelanggan (wong londho) datang ke sebuah warung makan, dan memesan soto khas wonosobo, katanya:
"Pak, saya pesan soto nya satu porsi saja, berapa harga ini soto"
"Lima ribu saja mister" kata Pak Slamet si pedagang soto Ayam Khas Wonosobo.
Beberapa lama kemudian telah siap 1mangkok penuh soto dan 1 piring nasi putih.
Dengan hati-hati mister mulai mengaduk-aduk sotonya....
Wah...wah...sambil geleng2 kepala mister memanggil pak Slamet
"Bapak, ke sini sebentar"
Terburu-buru Pak Slamet menghampiri mister "Ada apa mister"
"Hey...you liat ini apa yg ada di pinggir mangkok"
"Iya...mister itu bangkai lalat"
"OK ...you tau saya tidak suka ini, lalu bagaimana?"
"Lha mister ini gimana ....wong soto 5000 saja minta macem2, ya adanya bangkai lalat... masa minta bangkai yang lain?"
???@!!###%
"Pak, saya pesan soto nya satu porsi saja, berapa harga ini soto"
"Lima ribu saja mister" kata Pak Slamet si pedagang soto Ayam Khas Wonosobo.
Beberapa lama kemudian telah siap 1mangkok penuh soto dan 1 piring nasi putih.
Dengan hati-hati mister mulai mengaduk-aduk sotonya....
Wah...wah...sambil geleng2 kepala mister memanggil pak Slamet
"Bapak, ke sini sebentar"
Terburu-buru Pak Slamet menghampiri mister "Ada apa mister"
"Hey...you liat ini apa yg ada di pinggir mangkok"
"Iya...mister itu bangkai lalat"
"OK ...you tau saya tidak suka ini, lalu bagaimana?"
"Lha mister ini gimana ....wong soto 5000 saja minta macem2, ya adanya bangkai lalat... masa minta bangkai yang lain?"
???@!!###%
Tuesday, January 6, 2009
Menawarkan Barang Sejenis
Paijo baru diterima sebagai karyawan toko kelontong. Hari pertama dia kerja, yang punya toko menitipkan toko sebentar karena dia ada urusan. Ketika pulang, Paijo ditanya apa yang terjadi.
"Tadi ada yang datang nyari sabun merek Camay Pak. Tapi karena kita nggak jual merek Camay, dia pulang dengan tangan kosong."
"Walah Paijo", sahut pemilik toko. "Bukan begitu caranya berjualan. "Kalau ada yang datang nyari sabun Camay, maka kamu mesti tawarkan sabun Lifebuoy, Lux atau yang lain. Jadi kita tak punya barang yang persis sama dengan yang ditanyakan pembeli, kamu tawarkan barang lain yang mirip."
Keesokan harinya ketika pemilik toko sedang tidak ada, datanglah seseorang mencari kertas toilet.
"Maaf, kami tidak punya kertas toilet", kata Paijo sambil tersenyum ramah, "Tapi kami punya kertas ampelas..."
"Tadi ada yang datang nyari sabun merek Camay Pak. Tapi karena kita nggak jual merek Camay, dia pulang dengan tangan kosong."
"Walah Paijo", sahut pemilik toko. "Bukan begitu caranya berjualan. "Kalau ada yang datang nyari sabun Camay, maka kamu mesti tawarkan sabun Lifebuoy, Lux atau yang lain. Jadi kita tak punya barang yang persis sama dengan yang ditanyakan pembeli, kamu tawarkan barang lain yang mirip."
Keesokan harinya ketika pemilik toko sedang tidak ada, datanglah seseorang mencari kertas toilet.
"Maaf, kami tidak punya kertas toilet", kata Paijo sambil tersenyum ramah, "Tapi kami punya kertas ampelas..."
Subscribe to:
Posts (Atom)