Showing posts with label ngarang. Show all posts
Showing posts with label ngarang. Show all posts

Thursday, October 23, 2014

Sifat Manusia Silihat Dari Kentutnya

Orang TIDAK JUJUR
Orang yang kalau kentut lalu menyalahkan orang lain.

Orang GOBLOG
Orang yang menahan kentutnya sampai berjam-jam.

Orang BERWAWASAN LUAS
Orang yang tahu kapan harus kentut.

Orang SENGSARA
Orang yang ingin kentut tapi tidak bisa kentut.

Orang MISTERIUS
Orang yang kalau kentut, orang lain tidak ada yang tahu.

Orang GUGUP
Orang yang tiba-tiba menahan kentutnya saat lagi kentut.

Orang yang PERCAYA DIRI SENDIRI
Orang yang selalu mengira kalau kentutnya bau harum.

Orang SADIS
Orang yang kalau kentut di ranjang terus dikibaskan spreinya ke ranjang orang lain.

Orang PEMALU
Orang yang kalau kentut tidak bunyi tapi lalu merasa malu sendiri.

Orang yang STRATEGIS
Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak biar orang lain tidak dengar.

Orang BODOH
Orang yang kalau habis kentut menghirup nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar.

Orang PELIT
Orang yang kalau kentut di keluarkan dikit-dikit, sampai bunyi "tit-tit-tit"

OrangSOMBONG
Orang yang sering mencium kentutnya sendiri

Orang RAMAH
Orang yang senang mencium kentutnya orang lain.

Orang yang tidak senang BERGAUL
Orang yang kalau kentut sembunyi.

Orang AKUATIK
Orang kalau kentut di dalam air sampai bunyi "blekuthuk-blekuthuk"

Orang ATLETIS
Orang kalau kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam.

Orang JUJUR
Orang yang mengaku kalau habis kentut

Orang PINTER
Orang yang bisa menandai bau kentutnya orang lain.

Orang SIAL
Orang yang kalau kentut keikutan ampasnya.

Wednesday, March 4, 2009

Balada Si Butet

Alkisah, Butet si Gadis Cantik dari Batak akan menghadapi ujian semester. Agar bisa konsentrasi, dia memutuskan menyepi ke villanya di Puncak. Setelah keluar dari jalan tol Jagorawi, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu Cipanas.

Beberapa pemuda tanggung langsung hutasoit-soit melihat Butet yang seksi itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan sitorus memasuki rumah tanpa menanggapi. Sepiring naibaho yang hangat dengan ikan gurame yang dibakar dengan batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan semangkok nababan yang hijau segar.

Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang nainggolan, kadang manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak pohan. Kebanyakan pohan "tanjung". Beberapa diantaranya ada yang simatupang diterjang badai semalam.

Begitu sampai di villa, Butet membuka pintu mobil, "Wow... siregar sekali hawanya, berbeda dengan jakarta yang panggabean penuh asap. Hembusan perangin-anginpun sepoi-sepoi menyejukkan. Sejauh simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang girsang.

Mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukan hanyalah bekas kolam renang yang akan dihutahuruk dengan tambunan tanah.

Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan di kebun teh saja. Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar "Sinaga...!" teriaknya sambil lari sitanggang-langgang.

Celakanya dia malah terpeleset dari tobing yg tinggi sehingga bibirnya sihombing. Kasihan sekali..., Butet menangis marpaung-paung lantaran kesakitan.

Tetapi..., dia lantas ingat... bahwa sebagai orang batak pantang untuk menangis. Dia harus togar...! Maka, dengan menguatkan hati, dia pergi ke puskesmas setempat untuk melakukan panjaitan terhadap bibirnya yang sihombing itu. Mantri puskesmas tergopoh-gopoh simangunsong di pintu untuk menolongnya.

"Hem... ongkosnya pangaribuan..." kata mantri setelah memeriksa sejenak.

"Itu terlalu mahal... bagaimana kalau napitupulu saja..." tawar si Butet

"Napitupulu terlalu murah, mengertilah saya sebagai PNS pandapotan saya khan kecil sekali, ekonomi keluarga saya sudah sangat ginting sekali" kata mantri memelas

"Jangan begitulah, masa tidak siahaan melihat bibir saya begini?".

"Baiklah, tapi panjaitan-nya pakai jarum sitompul saja" sahut mantri mulai agak kesal

"Cepatlah...! aku sudah hampir munthe, yach... saragih sedikit tidak apa-apalah, dari pada bibirku sihombing terus"

Malamnya...,
Ketika sedang asik belajar sambil makan kue lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan rajagukguk. Wah... Butet bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di pintunya berbunyi "Poltak...!" keras sekali.

"Ada situmorang...!", "Sialan, cuma kucing..." desahnya lega. Dia sudah sempat berpikir yang silaen-laen.

Selesai belajar...,
Butet menyalakan televisi. Ternyata ada siaran Discovery chanel yang menampilkan hutabarat Amazon di Kanada yg terkenal itu serta simamora gajah purba yang berbulu lebat. Saat commercial break, muncul lagu nasional RI yang terkenal dengan seruannya "Simanjuntak gentar, sinambela yang benar...!".

Keesokan harinya...,
Butet kembali ke jakarta dan langsung pergi ke kampus. Di depan ruang ujian dia membaca tulisan "Harahap tenang, ada ujian".
Butet bergumam "ah... aku kan marpaung, boleh ribut dong... !".

Tuesday, February 24, 2009

Parodi Merk Rokok

Pada jaman dahulu kala di sebuah kerajaan nikotin yang bernama Cigarilos, hiduplah seorang raja bernama Minak Djinggo. Raja yang memimpin dengan adil Dan bijaksana ini mempunyai seorang putri yg cantik jelita, namanya Sri Wedari.

Suatu ketika putri sedang bermain di Long Beach, tiba-tiba datanglah segerombol an koboi Marlboro di bawah pimpinan Mr. Brown. Koboi-koboi itu lalu menculik sang putri. Beberapa waktu kemudian sang raja menerima surat ancaman dari sang koboi yang isinya: "Wahai raja, kalau putrimu ingin selamat, anda harus menebus dengan uang sebesar US$555 juta. Kami tunggu anda di Gudang Garam di negeri Kansas. Jika anda tidak mau memenuhi permintaanku, maka kami akan menusuk putrimu dengan Djarum Super sampai Bentoel Bentoel!!!. Rajapun menjadi geram, sehingga diadakanlah sayembara untuk mencari pendekar yang dapat menyelamatkan sang putri.

Singkat cerita terpilihlah pendekar Sampoerna dengan senjata pamungkasnya Gentong!!! Sang pendekar rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari negeri Tiongkok, bernama Djie Sam Soe Dan dia mempunyai PRINSIP "Kalau bisa nomor 1 buat apa 2,3,4". Sang pendekarpun pergi menyeberangi lautan dengan kapal U.S.S Kennedy dengan nakodanya Marcopolo menuju medan laga untuk menyelamatkan sang putri. Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit "Wismilak suhu" kata sang pendekar. Dijawab oleh suhu "Get lucky muridku" .

Sang rajapun berucap untuk sang pendekar "Losta Masta".

Dengan mengendarai Mustang serta semangat kepahlawanan yang besar, di bukit DUNHILL akhirnya sang pendekar berhasil meyelamatkan sang putri. Raja sangat gembira Dan kemudian diadakanlah pesta semalam suntuk di restaurant LA Light. Pada saat makan malam berlangsung sang raja menghampiri sang pendekar Yang sedang murung. Raja berkata, wahai pendekar, ini Bukan Basa Basi lho!!!, pesta ini diadakan khusus untuk merayakan kegagahberanian anda, mengapa malah murung bukankah pendekar pernah bilang "Asyiknya rame-rame!!!" ". Pendekarpun menjawab "Pria Punya Selera". Lalu apa maumu, tanya sang raja... aku mau nyonya mener (loh kok Ga nyambung)

Thursday, January 8, 2009

Juminten

Jeng Juminten janda judes,jelek, jerawatan, jari jempolnya jorok.
Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogja-Jakarta.
Jamu jagoannya: jamu jahe.
"Jamu jamuuu, jamu jahe jamu jaheee.."
Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.
Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng juminten jerit-jerit "Jarikku jatuh, jarikku jatuuh.."
Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran.
Juminten jadi jemu juga....
Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa, jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo.
Jantung jeng juminten janda judes jadi jedag-jedug. Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.
Jono jadi jealous.
Jono juga jejaka jomblo, jalang juga jangkung, julukanya "Jono jago joget"
"Jieehh...Jack jejaka Jawa, jum?" joke-nya Jono. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten.
"Jangan jealous, Jon" Jawab Juminten.

Jumat,
Jono jambret, jagoannya jembatan joglo, jarinya jawil-jawil jerawatanya juminten.
Juminten jerit-jerit "Jack, jack.. Jono jahil, jawil-jawil..!!"
Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Jono "Jebreeet"
Jack jotos Jono, jidat Jono jenong, jadi jontor juga jendol, jeleek.
"Jono, Jangan jahilin Juminten..!!" jerit Jack.
Jantung Jono jedut-jedutan.
"Janji Jack, janji.. Jono jera" Jawab Jono.
Jack jadikan Jono join jualan jajanan jejer Juminten. Jono jadi jongosnya Jack-Juminten jagain jongko, jualan jus jengkol, jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang.
:-):-):-):-):-):-):-)

Jeringatan: Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja..!!
JUSAH..!!!